Dunia olahraga saat ini tidak lagi hanya sekadar ajang adu ketangkasan fisik, melainkan telah bertransformasi menjadi mesin penggerak finansial yang kuat melalui konsep Sportainment. Fenomena ini terlihat jelas dari maraknya penyelenggaraan ajang lari jarak jauh atau maraton di berbagai kota metropolitan di Indonesia. Acara yang menggabungkan unsur olahraga dan hiburan ini terbukti mampu mendatangkan ribuan peserta dari berbagai daerah bahkan mancanegara, yang secara otomatis memberikan dampak instan pada perputaran uang di sektor pariwisata, perhotelan, hingga kuliner lokal.
Penerapan strategi Sportainment dalam sebuah ajang maraton memberikan pengalaman yang lebih kaya bagi para pesertanya. Sepanjang rute lari, masyarakat disuguhi berbagai pertunjukan seni budaya, musik, dan bazar produk UMKM yang menarik. Hal ini membuat acara olahraga tidak lagi terasa kaku, melainkan menjadi sebuah festival besar yang dinikmati oleh seluruh lapisan warga. Dari sisi ekonomi, tingkat hunian hotel di sekitar jalur lomba biasanya mencapai 100% saat akhir pekan penyelenggaraan, yang menjadi berkah tersendiri bagi pengusaha akomodasi setelah masa-masa sepi pengunjung.
Selain sektor perhotelan, pertumbuhan Sportainment juga memicu geliat industri kreatif dan produsen perlengkapan olahraga lokal. Permintaan akan pakaian lari kustom, sepatu, hingga jasa fotografi olahraga meningkat tajam seiring dengan tren lari yang kini menjadi bagian dari gaya hidup modern. Para sponsor dari perusahaan besar pun tidak ragu untuk mengucurkan dana promosi yang masif, karena ajang seperti ini merupakan kanal pemasaran yang sangat efektif untuk menjangkau target audiens yang memiliki kesadaran kesehatan tinggi dan daya beli yang kuat.
Pemerintah daerah mulai melihat bahwa Sportainment maraton merupakan alat promosi kota yang sangat efektif. Dengan mengarahkan rute lari melewati landmark ikonik atau kawasan wisata sejarah, sebuah kota dapat mengenalkan keindahannya kepada dunia melalui unggahan media sosial para pelari. Secara jangka panjang, hal ini membangun citra kota yang sehat, dinamis, dan ramah terhadap wisatawan. Pendapatan asli daerah melalui pajak hotel, restoran, dan parkir pun meningkat signifikan hanya dalam satu kali penyelenggaraan ajang berskala besar tersebut.